Monday, May 23, 2016

Bukan Tujuan, Namun Kebersamaan Oleh : Roni Wanfuadi 3 Januari 2016 Aristoteles, 'Pendidikan mempunyai akar yang pahit, namun buahnya manis.' Nelson Mandela, 'Pendidikan adalah senjata terhebat untuk mengubah dunia.' Ali bin Abi Thalib, 'Ilmu lebih utama dari harta karena ilmu itu menjaga kamu, kalau harta kamulah yang menjaganya.' Libur telah berakhir. 2 minggu sudah kita berkumpul dalam hiruk pikuk kebersamaan. Saatnya kembali ke penempatan. Ingat pesan Pak Baswedan, 'Orang-orang baik tumbang bukan hanya karena banyaknya orang jahat, tetapi karena banyaknya orang-orang baik yang diam dan mendiamkan.' Jadi, pulanglah. Jadilah orang baik bersama murid yang selalu menunggu kehadiran kalian. 'Sungguh aku melihat, air yang tergenang dalam diamnya, justru akan tercemar lalu membusuk. Jika saja air tersebut mengalir, tentu ia akan terasa lezat menyegarkan. Tidak demikian jika ia tidak bergerak mengalir.' Begitulah Imam Asy - Syafi'i memberi isyarat kepada kita untuk terus bergerak. Memberi manfaat yang kita bisa. Ingat, tinggal 8 bulan. Terlampau singkat untuk sebuah pengabdian. Mudah - mudahan agenda yang telah tersusun rapi, bukan sekedar mimpi, namun berakhir realisasi. Pasti bisa, kenapa? Karena saya bersama kalian. 49 Landakers. Sedikit flashback kejadian kemarin, ketika kita berencana touring ke Singkawang. Mencoba membuktikan eksotika pantai seperti yang orang - orang dengungkan. Namun Allah punya rencana lain. Dua sahabat kita terjatuh karena menabrak anjing yang tiba - tiba lewat di tengah jalan. Kita pun kembali ke basecamp dan menunda niatan tersebut. Siapa yang harus disalahkan? TIDAK ADA. Melihat mereka masih sehat hingga hari ini merupakan kebahagian tersendiri. Karena orientasi kami bukan Tujuan, namun Kebersamaan. Lagi, pribadi dhoif ini memohon maaf atas segala kekhilafan sikap dan ucapan. Terus nasehati saya, jangan didiamkan. Tegur, ingatkan. Imam Hasan Al Basri berpesan, 'Sesungguhkan aku sedang menasehati kamu, bukan berarti akulah yang terbaik dalam kalangan kamu. Bukan juga yang paling sholeh dalam kalangan kamu, karena aku juga pernah melampaui batas untuk diri sendiri. Seandainya seseorang itu hanya bisa menyampaikan nasehat apabila dia sempurna, niscaya tidak akan ada penasehat. Maka akan jadi sedikitlah orang yang memberi peringatan.' Terima kasih kawan untuk canda yang telah kalian bagikan. Tetap semangat yak. :')